Gandeng Dekranasda dan Sweet Media, Diskumperindag Boalemo Ciptakan Pengusaha Baru

H. Lapasau   |   Adat Budaya  |   Jumat, 17 Mei 2019 - 13:17:55 WIB   |  dibaca: 137 kali
Gandeng Dekranasda dan Sweet Media, Diskumperindag Boalemo Ciptakan Pengusaha Baru

Tilamuta, MediaCenter – Bekerja sama dengan Dekranasda Boalemo dan Lembaga Pendidikan Pelatihan (LPP) Sweet Media, Dinas Kumperindag Kabupaten Boalemo terus berusaha melahirkan Pengusaha (Entrepreneur) baru melalui kegiatan Pelatihan Kerajinan Daur Ulang Sampah bagi masyarakat, Selasa (14/5/2019) di Kantor Camat Wonosari.

Kegiatan yang mengusung tema “Mencetak Entrepreneur Baru Siap Produk dan Pasar Pengembangan Industri Kecil Menengah” tersebut diharapkan bisa menciptakan tenaga terampil yang siap bersaing didunia bisnis dengan mengolah sampah sisa hasil panen menjadi barang berharga berupa souvenir.

“Kegiatan pelatihan kerajinan ini diharapkan bisa menciptakan tenaga-tenaga terampil yang nantinya menjadi pengusaha baru untuk mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) serta dapat mengubah bahan lokal sisa hasil panen menjadi satu produk yang bermanfaat,” ujar Kadis Kumperindag Boalemo Musafir Bempah.

Dia menjelaskan, jika hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kegiatan ini akan bisa menambah penghasilan serta meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Kabupaten Boalemo.

“Ini tentunya bisa menambah pendapatan masyarakat khususnya ibu-ibu yang kebetulan tadi paling banyak mengikuti pelatihan tersebut,” kata Musafir Bempah.

Direktur LPP Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu mengatakan pihaknya telah melakukan pelatihan yang sama dibeberapa kota lainnya, dan kali ini untuk Kabupaten Boalemo pelaksanaannya dipusatkan di Kecamatan Wonosari.

“Selama ini kami memberikan pelatihan terutama pemberdayaan kaum perempuan. Kenapa yang kami angkat adalah perempuan ? karena di Gorontalo ini umumnya paling banyak ibu-ibu yang kesehariannya sebagai IRT dan kami rasa perlu diberikan keterampilan tambahan,” kata Van Sweet Pulubuhu.

Van Sweet menambahkan, untuk bahan baku yang digunakan bisa memanfaatkan sampah sisa hasil panen perkebunan seperti kulit jagung yang tidak diambil para petani.

“Gorontalo terutama di Boalemo itu penghasil jagung dan saat ini dari tanaman jagung tersebut yang dimanfaatkan hanya buahnya saja, kulitnya tidak dimanfaatkan bahkan hanya dibakar. Nah melalui program kami, kulit jagung dibuat kerajinan tangan berupa Bros dan Gantungan Kunci,” ujarnya.

Alasannya menggunakan kulit jangung, puteri Gorontalo yang sudah menetap di Jakarta tersebut mengatakan, selain untuk mengangkat kearifan lokal juga bahan-bahan tersebut sangat mudah ditemukan sehingga proses produksi kerajinan souvenir lebih cepat.

“Kalau kita mengambil bahan-bahan dasar dari luar daerah, tentunya kita akan mengalami kendala dalam proses pembuatan porduk-produk tersebut, olehnya itu kami memberdayakan produk-produk yang bahan bakunya berasal dari daerah Boalemo itu Sendiri,” pungkasnya. (HL)

Profil H. Lapasau

H. Lapasau


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook