Bupati Boalemo Instruksikan SOPD Buat Rencana Aksi Pencegahan Stunting

H. Lapasau   |   Kesehatan  |   Jumat, 06 September 2019 - 12:42:03 WIB   |  dibaca: 124 kali
Bupati Boalemo Instruksikan SOPD Buat Rencana Aksi Pencegahan Stunting

Tilamuta, MediaCenter – Bupati Boalemo Darwis Moridu melalui Asisten Kebijakan Pembangunan menginstruksikan agar kiranya SOPD di Lingkungan Pemkab Boalemo, untuk segera membuat rencana aksi dalam pencegahan Stunting sampai ketingkat desa dan dusun.

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka kegiatan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP), Kamis (5/9/2019) di Hotel Citra Ayu Tilamuta.

“Setiap intervensi SOPD tentang Stanting harus memperhatikan desa lokus Stunting, sehingga penerima manfaat program pencegahan Stunting bisa tepat sasaran,” ujar Asisten Kebijakan Pembangunan Setda Boalemo Mus Moha.

Mus Moha menjelaskan, Kabupaten Boalemo tahun 2018 ditetapkan sebagai lokus pencegahan Stunting dari 100 Kabupaten Kota di Indonesia.

“Di Kabupaten Boalemo tahun 2018 terdapat 10 desa yang ditetapkan menjadi lokus pencegahan stunting dan tahun 2020 terdapat 16 Desa,” tutur Mus Moha.

Menurutnya, penurunan prevalensi Stunting pada anak Balita di Kabupaten Boalemo yakni tahun 2015  Stanting  50,2%, 2016  Stunting  32,8%, 2017  Stunting  32,5% dan Tahun 2018  Stunting  24,2%.

“Boalemo memiliki Peraturan Bupati (PERBUP) tentang pencegahan Stunting, termasuk Dokumen rencana Aksi Stunting bagi setiap SOPD.  Target penurunan Stunting Kabupaten Boalemo tahun 2019 adalah 17 % dengan kelahiran Bayi nol Stunting.

Selain itu, adanya 14 program Damai dan Masyarakat beramal serta kegiatan Boalemo Melayani Warga, semua kegiatan tersebut bertujuan membantu orang miskin dan masyarakat tidak mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan asupan gizi keluarga yaitu Ibu Hamil, Bayi dan Balita.

“Dengan kegiatan Forum GenBest, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Boalemo menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ucap Mus Moha.

Mus berharap, dengan program GenBest para kelompok Milenial terutama para remaja putri akan terpapar Informasi dan edukasi tentang pencegahan stunting.

“Hal ini sangat penting,  mengingat tahun 2030 Indonesia diperhadapkan dengan Bonus Demografi, sehingga penduduk usia produktif semakin banyak, kondisi ini diharapkan Boalemo sudah tidak ada yang Stanting,” kata Mus Moha.

Kegiatan dengan tema Wujudkan Cita-cita SDM Indonesia Unggul tersebut dihadiri Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan Dirjen IKP, Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Boalemo, Kadis Kesehatan Boalemo serta peserta dari Unsur Siswa, Mahasiswa, Media dan Masyarakat.

Kasubid Informasi dan Komunikasi Kesehatan Dirjen IKP Marolli J Indarto menjelaskan, kegiatan ini merupakan target Presiden RI guna untuk menurunkan jumlah stunting di Indonesia sampai 10 % yang biasanya per lima tahunnya itu hanya 5 %.

“Kami selaku Koordinator kampanye nasional dalam stunting ini, Pak Presiden itu minta stunting nasional turun dua digit, biasanya kalau melihat keturunan sekitar 5 % per lima tahun. Tahun ini Pak Presiden minta kalau bisa sampai 10 %,” ujar Marolli.

Marolli menjelaskan, dengan target yang diberikan ini, pihaknya harus bekerja lebih ekstra dengan melibatkan seluruh stakeholder.

“Yang jelas hal ini sudah kami sebar melalui semua lini media dan juga melalui kegiatan seperti ini berbasis forum. Olehnya itu kami mohon bantuan teman-teman media juga agar kiranya dapat mensosialisasikan misi ini,” katanya.

Marolli berharap, dengan adanya Forum Sosialisasi Genbest ini, para remaja Boalemo dapat menjadi agen komunikasi dalam mensosialisasikan dan mengkomunikasikan pencegahan stunting kepada teman-teman sebaya, baik melalui tatap muka maupun melalui medsos. (HL)

Profil H. Lapasau

H. Lapasau


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook